Tuesday, February 19, 2013

CENDET BIAR GACOR


Ini adalah salah satu kiat perawatan burung harian yang mungkin sudah banyak diterapkan oleh para kicaumania, namun setahu saya tidak pernah dibahas secara detil.
Tulisan ini bertolak dari suatu asumsi (berdasarkan pengamatan atas perilaku burung dan juga manusia, hehehe) bahwa dalam kondisi kekenyangan, burung (dan juga manusia-lah) cenderung malas-malasan. Manifestasi malas2an ini, kalau burung ya nggak rajin bunyi, kalau manusia ya akan segera menuju kamar tidur lantas mendekap guling….
Dalam konteks burung, ada saran dari saya: berikan pakan ketika lapar dan stop pemberian sebelum kenyang (atau kekenyangan). Tapi perlu diingat, bahwa ini adalah pola perawatan bagi mereka yang “sempat” dan bisa konsisten.
Caranya, setelah burung mandi (pada pagi hari, kalau biasa dimandikan pagi) katakanlah jam 7, berikan pakan seperti sediakala. Selepas jam 9, keluarkan wadah pakan. Ini bertujuan agar burung tidak makan melulu setelah itu. Sekitar jam 12, baru wadah pakan dimasukkan lagi. Kalau siang biasanya diberi tambahan jangkrik entah berapa ekor misalnya, ya berikan seperti sediakala. Keluarkan lagi wadah pakan sekitar jam 13. Masukkan lagi pada jam 17-an atau setengah jam sebelum burung masuk peraduan. Dan keluarkan wadah pakan bersamaan dengan Anda mengerodong burung, atau kalau yang tidak biasa kerodong, ya pokoknya keluarkan wadah pakan agar burung tidak makan di malam hari.
Pola di atas memang tidak baku, terserah Anda bagaimana mengaturnya yang jelas tujuannya adalah agar burung tidak makan melulu dan kekenyangan. Burung yang selalu kenyang, selain relatif tidak rajin bunyi, juga gampang menjadi gemuk. Padahal kalau burung kegemukan, pastilah relatif nggak rajin bunyi.
Catatan:
  1. Pola pengaturan pakan seperti ini berlaku untuk burung dalam kondisi normal (tidak sakit/ mabung; tidak dalam treatment khusus menghadapi lomba dsb) dalam perawatan sehari-hari.
  2. Pola pengaturan pakan seperti ini mutlak diterapkan kepada burung2 jenis tertentu (dalam kondisi normal untuk perawatan sehari-hari) yang kerjanya kebanyakan makan melulu seperti kenari. Jangan biarkan sangkar kenari Anda selalu ada pakan di dalamnya, karena selama ada pakan, kenari tidak pernah berhenti makan. Atau, cukup letakkan pakan kenari 1 sendok makan (atau bahkan kurang) pada pagi hari (dengan asumsi masih ada sayur/buah, atau kadang malah telor puyuh dsb). Cukupkan itu untuk makan kenari dalam sehari. Kalau sore hari sudah kosong, biarkan saja. Dan baru diberi lagi pagi hari keesokannya.
  3. Terapkan ini secara konsisten, niscaya burung Anda yang seharusnya rajin bunyi tetapi angin2an, menjadi rajin bunyi.
Berikut tips melatih cendet agar mempunyai mental yang bagus dan tangguh dalam urusan berkicau :

1. Penjemuran : Rajin-rajinlah menjemur burung cendet di pagi hari ketika sinar matahari sudah terlihat terang dan hangat. Batas waktu penjemuran tergantung stamina. Mungkin untuk mengawali, batasi jam penjemuran pada pukul 10 pagi, paling tidak hingga cendet terdebut tampak sudah kepanasan, biasanya tampak cendet membuka paruhnya untuk mengeluarkan hawa panas pada tubuhnya. Semakin sering, biasanya cendet akan semakin terbiasa dan semakin tahan panas. Jika sudah terbiasa, biasanya cendet tahan hingga pukul 12 siang. Pastikan setelah penjemuran, cendet ditaruh di tempat teduh yang terbuka, jangan langsung menaruh di tempat tertutup untuk menghindari pengaruh perubahan suhu udara yang mendadak yang mungkin mengakibatkan ketidaknyamanan burung cendet. Penjemuran tidak hanya berguna untuk melatih stamina, tetapi juga untuk menjaga agar paruh dan kukunya tidak memanjang. Paruh cendet yang memanjang mengakibatkan cendet agak susah memilah makanan yang dimakannya dan kalau cendet tersebut galak, pastinya suka mematuk dan bisa melukai tangan jika kita hendak memberi makan atau lainnya. Kuku kaki yang terlalu panjang juga mengakibatkan cendet tidak bisa mencengkeram kayu tumpuan dengan nyaman. Bagi cendet yang terlanjur memiliki paruh yang memanjang hingga melengkung, penjemuran akan sangat efektif untuk memendekkannya lagi. Karena kelebihan paruh atau ujung paruh yang mamanjang akan lepas atau putus dengan sendirinya, termasuk kuku-kuku kakinya.

2. Memandikan cendet : Dalam memandikan cendet, kenalilah cendet anda. Pada umumnya, kebanyakan orang memandikan cendet dengan cara disemprot. Untuk cara ini, usahakan ujung semprotan disetel hingga air yang keluar agak menyebar seperti embun tetapi jangan terlalu halus, karena dikhawatirkan akan terhirup dan mungkin bisa menyebabkan pilek pada cendet. Dan jangan terlalu kasar, sehingga tidak merusak bulu cendet dan menyakiti badan cendet tersebut. Cukup diperhalus yang penting bisa membasahi bulu cendet. Adakalanya, sehabis cendet disemprot, burung tersebut seperti tidak puas atau tidak nyaman dan ingin mandi sendiri, maka pastikan mempunyai bak mandi khusus di dalam sangkar agar cendet tidak menghabiskan jatah air minumnya untuk mandi. Karena jika cendet mandi dari wadah air minumnya, mungkin bisa mengotori air tersebut atau tanpa kita sadari air tersebut habis dan akhirnya membuat cendet kesulitan untuk minum dan kehausan. Ada juga yang berusaha memandikan pakai keramba (sangkar khusus mandi). Terus terang cara ini paling sulit dilakukan, karena kemungkinan hal ini bukanlah kebiasaan cendet (secara naluri) untuk mandi di air yang luas dan penuh, misal di sungai atau danau dsb. Dan untuk melatih dengan keramba sangat susah sekali, jadi untuk cara ini tidaklah perlu dipaksakan. Cukup tergantung reaksi cendet tersebut. Sehabis dimandikan, pastikan langsung dijemur pada terik matahari. Jadi jika pada hari itu tampak mendung atau tidak ada panas, sebaiknya tidak usah dimandikan.

3. Pemberian makan : Untuk pemberian makanan agar cendet tetap fit, kita bisa memberikan makanan berupa jengkerik atau kroto segar. Bila anda punya waktu luang, mungkin bisa mencarikan belalang yang berukuran sedang (tidak perlu sesering mungkin), mengingat hal ini mungkin jadi kebiasaan cendet di alam liar. Agar makanan berupa jengkerik maupun belalang tidak menyakiti tenggorokan cendet, pastikan untuk membuang kaki dan kepala dari jengkerik atau belalang tadi. Jumlah pemberian jangan terlalu berlebihan. Sebab cendet yang terlalu rakus, akan menyebabkan cendet tersebut malas berkicau karena setiap melihat kita pasti akan meminta lagi dan lagi. Jika ingin memberikan jengkerik, mungkin bisa dijadwal seperti berikut : pagi 3 ekor jengkerik dan sore 3 ekor atau perhari cukup 5 ekor dan sebagainya, yang penting jangan berlebihan. Untuk kroto, cukup jadikan sebagai nutrisi tambahan, jadi jangan terlalu sering. Maka berilah kroto secukupnya untuk beberapa hari saja. Untuk menjaga kroto tetap segar, jangan membuang induk kroto (keranggang) karena dengan adanya induk kroto tadi, kroto (telur keranggang) akan dijaga oleh induknya tadi. Sebab, kroto yang busuk bisa menjadi racun yang mematikan bagi semua burung. Jadi cukup sisihkan induk kroto ketika kita akan memberikan kepada cendet saja. Takarannya juga tidak perlu berlebihan, kira-kira sesendok makan atau anda perkirakan sendiri.

4. Sangkar cendet : Untuk urusan sangkar sebaiknya anda tidak perlu ragu atau menunda. Pastikan selalu menggunakan atau membeli sangkar yang lumayan besar atau cukup lapang agar tidak merusak ekor dan burung merasa lebih leluasa sehingga tidak mudah stress. Karena cendet merupakan burung yang memiliki memori yang begitu kuat. Saking kuatnya ingatan burung cendet, burung ini begitu hafal hanya dengan suara-suara yang didengarnya. Contohnya suara motor

No comments:

Post a Comment